Kamis, 16 Oktober 2014

DORMANSI BENIH




Mungkin sebagian dari kita masih bertanya2 apaitu dormansi, hal itu juga saya alami ketika mengikuti perkuliahan tahun pertama difakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. untuk lebih jelasnya,, silahkan langsung dibaca...

Benih dikatakan dorman apabila benih tersebut sebenarnya hidup, tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan, bagi suatu perkecambahan.(Sutopo L.2002) 

Beberapa faktor penyebab terjadinya dormansi adalah:
1.                   Rendahnya/tidak adanya proses imbibisi
2.                   Proses respirasi terhambat
3.                   Rendahnya proses metabolisme cadangan makanan   

 * Macam-macam Dormansi: 
1.      Dormasi Fisik
a.       Impermeabilitas kulit biji terhadap air.
Tipe dormansi ini disebut sebagai “benih keras”. 
b.      Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio. Beberapa jenis biji tetap berada dalam keadaan dorman disebabkan oleh kulit bijinya yang cukup kuat untuk menghalangi pertumbuhan dari embrio.
c.       Permeabilitas yang rendah dari kulit biji terhadap gas-gas.
2.      Dormansi Fisiologis
1.     Immaturity embrio.
Beberapa jenis tanaman mempunyai biji dimana perkembangan embrionya tidak secepat jaringan sekelilingnya. 
2.     After ripening.
Sering pula didapati benih gagal berkecambah walaupun embrio telah terbentuk sempurna dan kondisi lingkungan memungkinkan untuk berkecambah. 
3.     Dormansi sekunder.
Benih-benih pada keadaan normal mampu berkecambah, tetapi apabila dikenakan pada suatu keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan selama beberapa waktu dapat kehilangan kemampuan untuk berkacambah. 
4.     Dormansi yang disebabkan oleh hambatan metabolisme pada embrio. Contohnya, keperluan akan cahaya.

MACAM-MACAM PERLAKUAN PEMECAHAN DORMANSI:

1.      Skarifikasi       : pelukaan terhadap kulit biji.
2.      Stratifikasi       : perendaman (air panas).
3.      Kimia  : penggunaan bahan kimia seperti KNO3, HCl, H2SO4, dan lain-lain.
Macam-macam metode uji cepat dormansi:
1.      Uji TTZ
2.      Uji Hydrogen perioksiga
3.      Uji X-ray
4.      Uji Konduktivitas
5.      Uji belah

Alat 
Bahan 
1.      Bak pasir
2.      Erlenmeyer
3.      Cutter
4.      Kamera
5.      Hitter(pemanas)
1.      Benih padi
2.      Benih saga
3.      Kertas amplas
4.      Kertas merang
5.      Air 
6.      Tisu
7.      Pasir 



Langkah kerja pemecahan dormansi (skarifikasi) Benih saga

2 perlakuan (kontrol & diamplas)
1 perlakuan =10 benih
Amplas
Lukai hingga terlihat bagian kotiledon
Bak berpasir
            Tanam
Hasil (7 HST + dokumentasi) 



Langkah kerja pemecahan dormansi Benih padi

2 perlakuan (kontrol dan direndam) @ 25 benih
Gelas kimia
            Air panas 60oC
Benih direndam selama 5 menit
            Dalam keadaan tertutup
UDK
 Kertas merang dilembabkan
 Tanam
            Dokumentasikan
Hasil (7 HST + dokumentasi)

Form Pengamatan Pemecahan Dormansi

Perlakuan
Komoditi


Parameter

N
Ab
BM
BK
BSST
Skarifikasi
diamplas
saga





kontrol





Jumlah






Persentase






Stratifikasi
diamplas
padi





kontrol





Jumlah






Persentase







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Efek Blog